Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

KH Abdul Wahab Amuntai - Mengenal Sosok Mulia Ulama Besar Hulu Sungai Utara dan Pimpinan Majelis Ta'lim Al-Wahdah Amuntai

Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un Telah berpulang ke rahmatullah pada hari Jum’at, 26 Mei 2023 M (bertepatan dengan 6 Zulqa’dah 1444 H) seorang ulama yang sangat luar biasa, mengapa demikian? karena beliau selain seorang yang shaleh, beliau juga memiliki ilmu agama yang luar biasa, mungkin disini saat menulis ulun sangat-sangat bersyukur telah hidup dizaman beliau dan sangat bersyukur di akhir beliau wafat sempat didatangi beliau, kalau ulun bilangnya itu tidur tidak mungkin karena ulun sangat ingat betul (antara orang bermimpi dan tidak, tapi ulun jamin ulun sadar dan itu ulun yakin insya allah betul-betul beliau) baik dari wajah beliau, senyum beliau, suara beliau, mungkin percakapan singkatnya seperti ini :

KH. Abdul Wahab Amuntai - Mengenal Sosok Mulia Ulama Besar Hulu Sungai Utara dan Pimpinan Majelis Ta'lim Al-Wahdah Amuntai

Ulun : "Datang dimana pian?"

KH. Abdul Wahab : Beliau senyum indah sekali (kalau saya bertamu kerumah beliau biasanya beliau senyum seperti itu yang mana saya yakin itu adalah betul-betul beliau)

Ulun : Handak Kamana Pian?

KH. Abdul Wahab : "Aku bulik"

Ulun : Disaat beliau bilang "Aku Bulik" mata ulun langsung berkaca-kaca, lalu ulun tanya lagi, "Jam Berapa Pian Bulik"

KH. Abdul Wahab : "Jam 2" Setelah bilang itu luar biasa senyum beliau, cahaya beliau seperti kita saat melihat matahari terbit yang sangat indah.

dan begitulah pertemuan ulun terakhir dengan KH Abdul Wahab, mungkin ada sebagian hal yang tidak ulun ceritakan lengkap karena itu cukup ulun simpan dan allah yang akan membukakannya kedepannya.

KH. Abdul Wahab Amuntai - Mengenal Sosok Mulia Ulama Besar Hulu Sungai Utara dan Pimpinan Majelis Ta'lim Al-Wahdah Amuntai


KH Abdul Wahab adalah sosok panutan baik dari anak muda (yang ngalih ditagur gin insya allah paasian lawan sidin tu), yang sudah berkeluarga, sudah dewasa, sampai yang seusia beliau, beliau adalah guru dari mama ulun (sewaktu KH Abdul Wahab mengajar di MTs Darul Ulum karena beliau adalah kepala sekolah juga disana kata mama) dan beliau hampir tahu seluruh keluarga ulun baik yang dari mama ulun (karena asli sekampung dengan sidin dari nenek ulun bernama Hurah binti Hadari dan kakek ulun bernama Asmuri bin Indra) ataupun dari keluarga abah ulun (karena KH Abdul Wahab dan kai ulun H. Dupri bin Jaya itu adalah teman apalagi sewaktu muda mudi kakek ulun itu suka jual beli batu akik) yaa tahu sendiri lahh gimana batu itu kan entah ada yang dihitung atau apa yang intinya KH Abdul Wahab itu tahu dan berteman dengan kedua kakek ulun baik dari keluarga mama ulun ataupun keluarga abah ulun.


KH Abdul Wahab bin H. Hasan Baseri Lahir di Kembang Kuning berdekatan dengan desa Kota Raden dan Pasar Senin, Amuntai. Beliau lahir Pada tanggal 15 juni 1938 M atau bertepatan tanggal 16 rabi'ul akhir 1357 H.

Beliau merupakan guru yang mengajarkan ilmu sekaligus pimpinan di Majelis Ta'lim "Al-Wahdah" Kembang Kuning Amuntai.

Kalau dari cerita yang ulun tahu (karena penulis saat beliau sering pengajian dan aktif masihlah bayi dan saat beliau wafatpun penulis masih berusia 24 tahun jadi cuman bisa mengasih informasi yang penulis dengar dari cerita warga sekitar, jamaah majelis dan mesjid serta cerita dari orang tua ulun sendiri), beliau adalah seorang tokoh agama yang mana sangat berjasa dalam pembangunan dan kemakmuran Mesjid Jami' Noor Thaibah Pasar Senin Amuntai yang mana dulu sewaktu ulun kecil (masih bayi) mesjid itu hanyalah kayu dan tidak seluas sekarang, yang mana dimulai renovasi pada tanggal 22 Oktober 2004 (saat penulis berusia 5 tahun mesjid di renovasi menjadi permanen) dan hingga sekarang alhamdulillah makin berwarna, makin bagus dan makin khusyuk saat beribadah karena sudah full ac dan fasilitasnya sungguh luar bisa (terima kasih banyak penyumbang dan donator untuk mesjid noor thaibah semoga segala hajat dan do'a segera dikabulkan oleh allah swt aamiin allahumma aamiin). 

Diantara kalam beliau:

"Tanda hati bersih tidak ingin membuka aib orang dan mencaci maki orang lain".

KH. Abdul Wahab, selain menjadi ulama beliau sewaktu masih bertugas merupakan seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan beliau merupakan pensiunan Depag (Kementrian Agama Republik Indonesia),  dan beliau mengajar dan pimpnan dari Majelis “Al-Wahdah”  Kembang Kuning. Beliau sangat luar bisa kan pembaca? dari seorang pns kemudian ulama bahkan hingga beliau berpulang ke rahmatullah pada hari Jum’at, 26 Mei 2023 M atau bertepatan dengan 6 Zulqa’dah 1444 H beliau sangat dihormati, dicintai oleh semua masyarakat di wilayah Hulu Sungai Utara, semua umat muslim berbondong-bondong takziah, ikut sholat kifayah, ikut kepemakaman beliau hingga berziarah, subhanallah subhanallahil adzim ya hayyu ya qayyum.

KH. Abdul Wahab Amuntai - Mengenal Sosok Mulia Ulama Besar Hulu Sungai Utara dan Pimpinan Majelis Ta'lim Al-Wahdah Amuntai
Kediaman KH Abdul Wahab Amuntai


KH. Abdul Wahab Amuntai - Mengenal Sosok Mulia Ulama Besar Hulu Sungai Utara dan Pimpinan Majelis Ta'lim Al-Wahdah Amuntai
Diantara kalam beliau lainnya:

“ Seumpama kelereng. Kelereng itu pasti bulat, tidak lonjong. Tetapi tidak semua yang bulat itu kelereng. Buktinya, kotoran kambing juga bulat, tetapi kotoran kambing bukan kelereng. Begitu pula halnya dengan sebutan muslim dan mukmin. Seorang mukmin sejati pasti muslim, tetapi seorang yang mengaku belum tentu dia mukmin. Karena seorang mukmin pasti akan menegakkan shalat, puasa, mengeluarkan zakat, tidak main catur, tidak main kartu (berjudi) dsb. Disinilah rahasia mengapa setiap permasalahan agama yang pokok di dalam agama, di dalam al-Qur’an selalu digunakan perkataan : “Wahai orang-orang yang beriman”.

“Istidraj itu dapat dibaratkan kita bertamu kepada seseorang, tetapi tuan rumah tidak senang kepada kita, namun oleh tuan rumah kita tetap dilayani bahkan secara berlebih.Misalnya, dihidangkan makanan dengan memakai piring porselen, nasinya berasal dari beras unus (beras terbaik) dan lauknya ayam Bangkok. Sedangkan Redha itu sebaliknya. Oleh tuan rumah kita diberinya nasi dengan beras tutuk (kualitas rendah), lauknya “ayam walik” (Istilah Amuntai untuk “mandai” atau kulit cempedak yang diasinkan) dan disuguhkan dengan piring seng. Tetapi oleh tuan rumah, kita disambut dengan ramah dan senang hati, dan kitapun merasa senang menerima pemberian tersebut”.

“Apabila kita itu mendapatkan “Nur” kena dihati kita, nur itu bercahaya, maka orang itu baik perkataannya, tdak ada hasadnya, tidak ada dengkinya, tidak ada clash kepada siapapun. Tetapi apabila seseorang itu sering clash, dengki, maka orang tersebut berarti tidak mendapatkan “nur”, dan siapa yang tidak mendapatkan “nur” maka tidak ada iman didalam hatinya”.

“Nur” itu apabila jatuh ke lisan seseorang, maka buahnya adalah lidahnya tidak akan menyebut-nyebut kesalahan, kejelekan orang lain”.

Para ulama menganjurkan ketika memasuki area makam para wali Allah untuk membacakan qasidah Salamullahi ya Sadah sebagai salam kepada para wali yang diziarahi

Teks qasidah Salamullahi ya Sadah

 سَـــلاَمُ اللهِ يـَا سَـــادَةْ , مِنَ الرَّحْمٰنِ يَغْـْشَاكُمْ  , عِبَـــــادَ اللهِ جِـئْنَــاكُمْ , قَـصَدْنَاكُمْ طَلَبْنَـاكُمْ,  تُـعِــيـْنُوْنَــــا تُـغِــــيْثُوْنَــــا , بـهِمَّتِكُمْ وَجَــدْوَاكُـمْ, فَأَحْبُـوْنَـــــا وَأَعْـطُوْنَــــا , عَـطَاَياكُمْ هَـــدَايَـاكُمْ, فَــــلاَ خَيَّـبْتُـمُوْا ظَـــنِّيْ,  فَحَــاشَاكُمْ وَحَاشَاكُمْ, سَــعِدْنَـــا إِذْ أَتَيْنــَاكُمْ, وَفُزْنَــا حِيْنَ زُرْنَــــاكُمْ, فَـقـُوْمُوْا وَاشْفَعُوْا فِيْنَا,  إِلَى الرَّحْمٰنِ مَـوْلاَكُمْ, عَسَى نُحْظَى عَسَى نُعْطَى, مَـزَايـَا مِنْ مَزَايـَاكُمْ, عَسَى نَظْرَةْ عَسَى رَحْمَـــةْ, تَـغْشَـانَا وَتَـغْشَاكُمْ, سَــــلاَمُ اللهِ حَـيــَّــاكُـــم, وَعـَيْنُ اللهِ تَـرْعَــاكُمْ, وَصَـــــلَّى اللهُ مـَوْلاَنَـــا , وَسَـــــلَّمَ مَا أَتَـيْنَـــاكُـــــمْ, عَلَى الْمُخْـتَارِ شَـــافِعِنَــا, وَمُـنْقـِذِنَـا وَإِيَّـــــاكُمْ  

Artinya :

Wahai Tuanku, semoga salam Allah tetap tercurah padamu. Wahai hamba-hamba Allah, kami datang kepadamu. Kami bermaksud (bersentuhan dengan rohanimu) dan kami berharap (berkahmu). Untuk menolong kami, menyejukkan kami dengan siraman yang berasal darimu, sesuai dengan tekad dan pencapaianmu (selama ini). Maka cintailahlah dan berikanlah kepada kami hal-hal yang Allah berikan dan hadiahkan padamu. Jangan biarkan pengharapan ini sia-sia, jauhlah engkau semua (dari sifat tega menyia-nyiakan kami). Kami sangat beruntung datang di haribaanmu dan kami amat berbahagia dengan menziarahimu, maka bangkitlah dan syafaatilah kami bermohon pada Allah yang bersifat Ar-Rahman, Tuanmu. Mudah-mudahan kami diberi (Allah) keberuntungan dan diberi limpahan karunia yang selama ini dianugerahkan kepadamu. Mudah-mudahan kita dipandang dan dilimpahi rahmat yang akan menyelimuti kami dan engkau. Semoga engkau semakin dihidupkan dengan keselamatan (dari) Allah dan semoga pandangan Allah senantiasa menuntun engkau. Mudah-mudahan rahmat Allah dan keselamatan semakin terlimpah kepada tuan kita, manusia pilihan yang mensyafa’ati dan menyelamatkan kita.

KH. Abdul Wahab Amuntai - Mengenal Sosok Mulia Ulama Besar Hulu Sungai Utara dan Pimpinan Majelis Ta'lim Al-Wahdah Amuntai     KH. Abdul Wahab Amuntai - Mengenal Sosok Mulia Ulama Besar Hulu Sungai Utara dan Pimpinan Majelis Ta'lim Al-Wahdah Amuntai

KH. Abdul Wahab Amuntai - Mengenal Sosok Mulia Ulama Besar Hulu Sungai Utara dan Pimpinan Majelis Ta'lim Al-Wahdah Amuntai
Makam KH Abdul Wahab dan Orang Tua Beliau

KH Abdul Wahab bin H. Hasan Baseri dimakamkan tepat disebelah orang tua beliau dan beliau dimakamkan tepatnya dihalaman rumah beliau di Majelis Ta'lim " Al-wahdah " Kembang Kuning Amuntai.

Lihat Koordinat -2.438543088250701, 115.24278857532457 atau langsung ke Jl. Surya Wangsa No.6, Kota Raden, Kec. Amuntai Tengah, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan 71414

Saat tulisan ini dibuat per tgl 17/06/2023 maka sudah 27 hari beliau dimakamkan dan kembali kepada allah swt.

Posting Komentar untuk "KH Abdul Wahab Amuntai - Mengenal Sosok Mulia Ulama Besar Hulu Sungai Utara dan Pimpinan Majelis Ta'lim Al-Wahdah Amuntai"