Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Keistimewaan dan Amalan Bulan Safar Serta Rabu Terakhir di Bulan Safar

Tak terasa kita sudah memasuki pergantian bulan, dan tibalah saat ini Jum’at tanggal 18 Agustus 2023 atau bertepatan di tanggal 1 Safar 1445 Hijriah, kita sekarang di hari Jum’at, 01 September 2023 atau bertepatan di tanggal 14 Safar 1445 Hijriah dari setiap pergantian bulan Hijriah pasti banyak makna dan pasti banyak juga keistimewaan dari masing-masing bulan. Seperti halnya bulan Masehi yang ada libur, ada tanggal merah dan hari besar-besar lainnya karena kita sebagai Negara maka dari itulah Masehi saja ada keistimewaan atau peringatan-peringatan di setiap bulan dan tanggalnya apalagi kan bulan Mulia seperti Bulan dikalender Hijriah. Apa saja Keistimewaan dan Amalan Bulan Safar? Yukk langsung di cek lah..

Keistimewaan dan Amalan Bulan Safar

Keistimewaan dan Amalan Bulan Safar Serta Rabu Terakhir di Bulan Safar

Bulan Safar merupakan Bulan kedua dalam kalender Hijriyah maka dari itulah kita ini perlu mengisi bulan safar dengan berbagai amalan yang dapat memberikan pahala besar. Diantaranya ada tiga amal yang berlipat ganda yang dapat dikerjakan pada bulan Safar yakni amal kebaikan yang pahalanya 10 kali lipat, amal kebaikan yang pahalanya 700 kali lipat, dan amal kebaikan yang pahalanya sangat banyak lebih dari 700 kali lipat. Kita bahas terlebih dahulu dari yang pertama yaitu :

1. Amal Kebaikan yang Pahalanya 10 Kali Lipat

Imam an-Nawawi menyampaikan bahwa atas dasar rahmat Allah setiap kebaikan itu pasti pahalanya dilipat gandakan hingga 10 kali lipat. Hal tersebut seiring dengan firman Allah SWT:

مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا

Artinya, "Siapa saja yang datang dengan kebaikan, maka ia mendapatkan pahala 10 kali lipatnya." (Surat Al-An'am ayat 160).

2. Amal Kebaikan yang Pahalanya 700 Kali Lipat

Donasi untuk Perjuangan Jihad fi Sabilillah

Hal ini sebagaimana disabdakan langsung oleh Nabi Muhammad saw,

مَنْ أَرْسَلَ نَفَقَةً فِي سَبِيلِ اللهِ وَأَقَامَ فِي بَيْتِهِ، فَلَهُ بِكُلِّ دِرْهَمٍ سَبْعُمِائَةِ دِرْهَمٍ

Artinya: "Siapa saja yang mengirim donasi infak untuk perjuangan jihad fi sabilillah sementara ia sendiri hanya diam di rumah (tidak ikut berangkat berjuang), maka baginya setiap donasi satu dirham mendapatkan pahala 700 dirham." (Hadits riwayat Ibnu Majah dan Al-Mundziri).

Amal apa saja sesuai dengan tingkat keikhlasan, kekhusyukan, dan kemanfaatan bagi orang lain. Hal ini sesuai dengan penjelasan Al-Hafizh Ibnu Hajar al-'Asqalani dalam kitabnya Fathul Bari, juz II halaman 326 dan sabda Nabi Muhammad saw,

كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ يُضَاعَفُ، اَلْحَسَنَةُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا إِلَى سَبْعِمِائَةِ ضِعْفٍ

"Setiap amal manusia dilipatgandakan pahalanya 10 sampai 700 kali lipat." (Hadits riwayat Imam Muslim).

3. Amal Kebaikan yang Pahalanya lebih 700 Kali Lipat

Adapun amalan yang pahalanya tak terhingga yakni membaca zikir ketika hendak memasuki pasar, mall, atau ruang belanja lainnya. Hal ini juga sesuai dengan hadits Rasulullah yakni,

مَنْ دَخَلَ السُّوقَ فَقَالَ : لَا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ، وَهُوَ حَيٌّ لَا يَمُوْتُ، بِيَدِهِ الْخَيْرُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ؛ كَتَبَ اللهُ لَهُ أَلْفَ أَلْفِ حَسَنَةٍ، وَمَحَا عَنْهُ أَلْفَ أَلْفِ سَيِّئَةٍ، وَرَفَعَ لَهُ أَلْفَ أَلْفِ دَرَجَةٍ. رواه الحاكم

Artinya: "Siapa saja yang masuk ke pasar lalu membaca dzikir yang artinya: 'Tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya pujian, Allah Dzat yang menghidupkan dan yang membinasakan, Allah Dzat adalah Yang Maha Hidup yang tidak akan pernah binasa, hanya pada kekuasan-Nya lah kebaikan, dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu'; maka Allah pastikan bagi orang yang membacanya itu sejuta kebaikan, Allah lebur darinya sejuta keburukan, dan Allah angkat baginya sejuta derajat." (Hadits riwayat al-Hakim).

Pada bulan Safar umat muslim juga dianjurkan untuk membaca doa untuk memohon keberkahan dan perlindungan oleh Allah SWT dari berbagai keburukan. Berikut ini doa bulan Safar:

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ، وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شَرِّ هٰذَا الزَّمَانِ وَأَهْلِهِ، وَأَسْأَلُكَ بِجَلَالِكَ وَجَلَالِ وَجْهِكَ وَكَمَالِ جَلَالِ قُدْسِكَ أَنْ تُجِيْرَنِيْ وَوَالِدَيَّ وَأَوْلَادِيْ وَأَهْلِيْ وَأَحْبَابِيْ وَمَا تُحِيْطُهُ شَفَقَةُ قَلْبِيْ مِنْ شَرِّ هٰذِهِ السَّنَةِ، وَقِنِيْ شَرَّ مَا قَضَيْتَ فِيْهَا، وَاصْرِفْ عَنِّيْ شَرَّ شَهْرِ صَفَرَ، يَا كَرِيْمَ النَّظَرِ، وَاخْتِمْ لِيْ فِيْ هٰذَا الشَّهْرِ وَالدَّهْرِ بِالسَّلَامَةِ وَالْعَافِيَةِ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَأَوْلَادِيْ وَلِأَهْلِيْ وَمَا تَحُوْطُهُ شَفَقَةُ قَلْبِيْ وَجَمِيْعِ الْمُسْلِمِيْنَ. وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

اَللّٰهُمَّ إِنَّا نَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ هٰذَا الشَّهْرِ، وَمِنْ كُلِّ شِدَّةٍ وَبَلَاءٍ وبَلِيَّةٍ قَدَّرْتَهَا فِيْهِ يَا دَهْرَ، يَا مَالِكَ الدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةِ، يَا عَالِمًا بِمَا كَانَ وَمَا يَكُوْنُ، وَمَنْ إِذَا أَرَادَ شَيْئًا قَالَ لَهُ: (كُنْ فَيَكُوْنُ) يَا أَزَلِيُّ يَا أَبَدِيُّ يَا مُبْدِئُ يَا مُعِيْدُ يَاذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ، يَاذَا الْعَرْشِ الْمَجِيْدِ أَنْتَ تَفْعَلُ مَا تُرِيْدُ

اَللّٰهُمَّ احْرِسْ بِعَيْنِكَ أَنْفُسَنَا وَأَهْلَنَا وَأَمْوَالَنَا وَوَالِدِيْنَا وَدِيْنَنَا وَدُنْيَانَا الَّتِيْ ابْتَلَيْتَنَا بِصُحْبَتِهَا، بِبَرَكَةِ الْأَبْرَارِ وَالْأخْيَارِ، وَبِرَحْمَتِكَ يَاعَزِيْزُ يَاغَفَّارُ، يَاكَرِيْمُ يَاسَتَّارُ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

اَللّٰهُمَّ يَا شَدِيْدَ الْقُوَى، وَيَا شَدِيْدَ الْمِحَنِ، يَا عَزِيْزُ ذَلَّتْ لِعِزَّتِكَ جَمِيْعُ خَلْقِكَ، اِكْفِنِيْ مِنْ جَمِيْعِ خَلْقِكَ، يَا مُحْسِنُ يَا مُجْمِلُ يَا مُتَفَضِّلُ يَا مُنْعِمُ يَا مُتَكَرِّمُ، يَا مَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا أَنْتَ اِرْحَمْنَا اللّٰهُمَّ بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ أَجْمَعِيْنَ

Arab Latin : Bismilahirrahmanirrahim, wa shallallahu ta'âla 'ala sayyidina Muhammadin wa 'ala âlihi wa shahbihi ajma'în. A'ûdzu billahi min syarri hadzaz zaman wa ahlihi, wa as`aluka bi jalâlika wa jalâli wajhika wa kamâli jalâli qudsika an tujîrani wa walidayya wa ahlî wa ahbâbi wa mâ tuhîthuhu syafaqatu qalbi min syarri hadzas sanati, wa qini syarra mâ qhaddaita fîha, washrif 'anni syarra syahri shafar, yâ Karîman nazhar, wakhtim lî fî hâdzas syahri wad dahri bis salamati wal 'afiyati lî wa liwâdayya wa aulâdi wa li ahli wa mâ tahûthuhu syafaqatu qalbi wa jamî'il muslimîn, wa shallallahu ta'âla 'ala sayyidina Muhammadin wa 'alâ âli wa shahbihi wa sallam.

Allahumma innâ na'udzubika min syarri hadzas syahri, wa min kulli syiddatin wa balâin wa baliyyatin qaddartahâ fîhi yâ dahru, ya mâlikad dunya wal akhirat, ya 'âliman bima kâna wa mâ yakûnu, wa man idzâ arâda syai`an qâla lahu: (kun fayakûn) yâ azaliyyu ya abadiyyu ya mubdi-u ya mu'id ya dzal jalâli wal ikrâm, ya dzal 'arsyil majîd anta taf'alu mâ turîd.

Allahummahris bi 'anika anfusana wa ahlana wa amwalana wa wâlidina wa dînana wa dunyânal latî ibtalaina bi suhbatiha, bi barakatil abrâri wal akhyâri, wa birahmatika ya 'azîzu yâ ghaffâru, yâ karîmu yâ sattâru yâ arhamar râhimin.

Allahuma yâ syadîdal qawiyyi wa yâ syadidal mihani, yâ 'azîzu dzallat li'izzatika jamîu khalkika, ikfîni min jami'i khalkika, yâ Muhsinu yâ Mujmilu yâ Mutafaddhil, yâ Mun'im, ya Mutakarrim, yâ man lâ ilaha illa Anta, irhamnâ allahumma bi rahmatika yâ arhamar rahimîn. Wa shallallahu ta'âla 'ala sayyidina Muhammadin wa 'ala âlihi wa shahbihi ajma'în)

Artinya: "Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Semoga Allah selalu memberi rahmat kepada Tuan kami, Muhammad SAW dan keluarganya serta sahabatnya semuanya. Aku berlindung dari keburukan zaman ini dan orang-orang yang memiliki keburukan itu, dan aku memohon dengan wasilah keagungan-Mu dan keagungan keridhaan-Mu serta keagungan kesucian-Mu, supaya Engkau melindungiku, kedua orang tuaku, keluargaku, orang-orang yang aku cintai dan sesuatu yang diliputi kasih sayangku, dari keburukan tahun ini, dan cegahlah aku dari keburukan yang telah Engkau tetapkan di dalamnya. Palingkanlah dariku keburukan di bulan Safar, wahai Dzat Yang Memiliki Pandangan Yang Mulia. Akhirilah aku di bulan ini, di waktu ini dengan keselamatan dan sejahtera bagi kedua orang tuaku, anak-anakku, keluargaku, dan sesuatu yang diliputi kasih sayangku seluruhnya. Semoga Allah selalu memberi rahmat dan keselamatan kepada tuan kami Muhammad SAW, dan keluarganya serta sahabatnya.

Ya Allah, sesungguhnya kami berlindung kepada-Mu dari keburukan bulan ini, dan dari segala kesukaran, bencana dan cobaan yang telah Engkau takdirkan di dalamnya, wahai Ad-Dahr (Allah), wahai sang pemilik dunia dan akhirat, wahai Zat Yang Maha mengetahui sesuatu yang telah terjadi dan yang akan terjadi, wahai Zat yang apabila menghendaki sesuatu mengucapkan: Kun fayakun, Wahai yang Zat yang tidak terikat waktu, wahai Zat yang abadi, wahai Zat yang menciptakan segala sesuatu, wahai Zat yang mengembalikan segala sesuatu, wahai Zat pemilik keagungan dan kemuliaan, wahai Zat pemilik 'Arsyi yang mulia, Kau maha melakukan apa yang Kau kehendaki.

Ya Allah jagalah diri kami dengan pandangan-Mu, dan keluarga kami, harta kami, orang tua kami, agama kami, dunia yang kami dicoba untuk menghadapinya, dengan wasilah keberkahan orang-orang yang baik dan pilihan, dan dengan kasih sayang-Mu wahai yang maha perkasa, maha pengampun, maha mulia, maha menutup aib, duhai yang paling maha penyayang di antara para penyayang

Wahai Allah, wahai Zat yang sungguh amat kuat, Zat yang cobaannya sangat berat, wahai yang maha perkasa, yang mana seluruh makhluk-Nya tunduk karena keperkasaan-Mu, jagalah aku dari semua makhluk-Mu, wahai yang maha memperbagus, yang maha memperindah, yang maha memberikan keutamaan, yang maha memberikan kemuliaan, Yang Siapa tiada tuhan kecuali Engkau, kasih sayangilah kami dengan rahmat-Mu wahai Zat paling penyayang di antara para penyayang. Semoga Allah selalu memberi rahmat dan kepada tuan kami Muhammad SAW, dan keluarganya serta sahabatnya semua."

Kedua, amalan apa saja sesuai apa saja sesuai dengan tingkat keikhlasan, kekhusyukan, kemanfaatan bagi orang lain dan semisalnya. Hal ini sesuai dengan sabda Nabi Muhammad SAW, "Setiap amal manusia dilipatgandakan pahalanya 10 sampai 700 kali lipat." (HR Imam Muslim).

Keistimewaan dan Amalan Bulan Safar Serta Rabu Terakhir di Bulan Safar

Selain yang ulun sebutkan diatas, ada pula amaliyah-amaliyah lainnya yang dapat diamalkan selama bulan safar ini. Diambil dari buku Kalender Ibadah Sepanjang Tahun karya Ust. Abdullah Faqih Ahmad Abdul Wahid, berikut amalan sunnah pada bulan Safar:

1. Membaca Doa di Awal Bulan Safar

salah satu yang sangat dianjurkan saat memasuki bulan Safar adalah membaca doa awal bulan. Berikut bacaan doa di awal bulan Safar:

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ، وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شَرِّ هٰذَا الزَّمَانِ وَأَهْلِهِ، وَأَسْأَلُكَ بِجَلَالِكَ وَجَلَالِ وَجْهِكَ وَكَمَالِ جَلَالِ قُدْسِكَ أَنْ تُجِيْرَنِيْ وَوَالِدَيَّ وَأَوْلَادِيْ وَأَهْلِيْ وَأَحْبَابِيْ وَمَا تُحِيْطُهُ شَفَقَةُ قَلْبِيْ مِنْ شَرِّ هٰذِهِ السَّنَةِ، وَقِنِيْ شَرَّ مَا قَضَيْتَ فِيْهَا، وَاصْرِفْ عَنِّيْ شَرَّ شَهْرِ صَفَرَ، يَا كَرِيْمَ النَّظَرِ، وَاخْتِمْ لِيْ فِيْ هٰذَا الشَّهْرِ وَالدَّهْرِ بِالسَّلَامَةِ وَالْعَافِيَةِ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَأَوْلَادِيْ وَلِأَهْلِيْ وَمَا تَحُوْطُهُ شَفَقَةُ قَلْبِيْ وَجَمِيْعِ الْمُسْلِمِيْنَ. وَصَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

Arab Latin: Bismillaahir rahmaanir rahiim. Washallallaahu 'alaa sayyidinaa muhammadin wa 'alaa aalihiwa shahbihii ajma'iin. A'uudzubillaahimin syarri haadzaz zamaani wa ahlihii wa a'uudzu bijalaalika wajalaali wajhika wakamaali jalaali qudsikaan tujiiranii wawaalidayya wa aulaadii wa ahlii wa ahibbaa-ii. Wama tuhiitu syafaqqahu qalbii min syarri haadzihis sanati waqini syarra maa qadhaita fiihaa washrif 'annii syarra syahri shafara yaa kiriiman nazhari wakhtimlii fii haadzash syahri waddahri bissalaamati wal'aafiyati wassa'aadati lii wa liwaalidayya wa aulaadii wa li-ahlii wamaa tuhuthuhu shafaqqahu qalbi wa jamii'il muslimin. Wa shallallaahu 'alaa sayyidinaa muhammadin wa 'alaa aalihi wa shahbihi wasallam.

Artinya: "Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Semoga Allah melimpahkan shalawat kepada junjungan kami, Nabi Muhammad, serta keluarga dan para sahabatnya. Aku berlindung kepada Allah dari kejahatan waktu ini dan penduduknya, dan aku berlindung kepada keagungan-Mu, keagungan Dzat Mu, dan kesempurnaan keagungan kesucian-Mu, agar menjauhkan diriku, kedua orang tuaku, anak-anakku, keluargaku, orang-orang yang aku cintai, dan siapa saja yang dikasihi oleh hatiku, dari keburukan tahun ini, dan selamatkanlah aku dari kejahatan yang telah Engkau tetapkan dalam tahun ini. Dan, jauhkanlah aku dari keburukan bulan Shafar, wahai Allah Yang Mulia pandangan rahmat-Nya. Dan, tutuplah bulan dan saat ini dengan keselamatan dan kebahagiaan kepadaku, kedua orang tuaku, anak-anakku, siapa saja dikasihi oleh hatiku, dan seluruh umat Islam. Semoga Allah melimpahkan shalawat dan keselamatan kepada junjungan kami, Nabi Muhammad, serta keluarga dan para sahabatnya."

2. Mandi Tolak Bala

Mandi tolak bala adalah bentuk pembersih diri yang dimulai dari jasad lahiriah, kemudian dilanjutkan dengan membersihkan batin dari hal-hal buruk. Berikut ini niat mandi tolak bala:

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِدَفْعِ الْبَلَاءِ لِلَّهِ تَعَالَى

Arab Latin: Nawaitu ghusla lidaf'il balaa-i lillaahi ta'aalaa.

Artinya: "Saya berniat mandi untuk menolak bala semata-mata karena Allah Ta'ala."

3. Melakukan Ibadah Rutin

Melakukan ibadah-ibadah rutin dan harian lainnya, misalnya membaca al-Qur'an, shalat Dhuha, Tahajjud, Witir, Rawatib, bershadaqah, dan lain sebagainya. Kemudian, jangan lupa untuk membersihkan hati dari penyakit-penyakit hati berupa sombong, iri, dengki, riya, dan lain sebagainya.

4. Melakukan Amalan Sepanjang Hari

Amalan ini dilakukan dengan niat untuk memohon kepada Allah SWT atas segala mara bahaya, azab, maupun siksa. Amalan ini dibaca setiap hari sepanjang bulan Shafar. Adapun tata caranya sebagai berikut:

a. Membaca Syahadat 3 Kali

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَّسُوْلُ اللَّهِ

Arab Latin: Asyhadu allaa ilaaha illallaah wa asyhadu anna muhammadar rasulullah.

Artinya: "Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah."

b. Membaca Istighfar 300 kali

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمِ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ

وَأتُوبُ إلَيْكَ.

Arab Latin: Astaghfirullaahal 'azhiim alladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyuum wa atuubu ilaik.

Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah yang tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertaubat kepada-Nya.

c. Membaca Surat Al-Fiil 7 Kali

اَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِاَصْحٰبِ الْفِيْلِۗ ۝١اَلَمْ يَجْعَلْ كَيْدَهُمْ فِيْ تَضْلِيْلٍۙ ۝٢وَّاَرْسَلَ عَلَيْهِمْ طَيْرًا اَبَابِيْلَۙ ۝٣تَرْمِيْهِمْ بِحِجَارَةٍ مِّنْ سِجِّيْلٍۙ ۝٤فَجَعَلَهُمْ كَعَصْفٍ مَّأْكُوْلٍࣖ ۝٥

Artinya: "Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara bergajah? Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Ka'bah) itu sia-sia? Dan, Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong bondong. Yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar. Lalu, Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat)." (QS. al-Fiil [105]:1-5).

d. Membaca Ayat Kursi 7 Kali

اللهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ لَّهُ مَا فِي السَّمَوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مَن ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِندَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ وَلَا يَعُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

Arab Latin: Allaahu laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyuum. Laa ta'khudzuhuu sinatuw wa laa nauum. Lahuu maa fissamaawaati wa maa fil ardh. Man dzal ladzii yasfa'u 'indahuu illaa bi idznih. Ya'lamu maa baina aidiihim wa maa khalfahum. Wa laa yuhithuuna bi syai-in min 'ilmihii illaa bimaa syaa', wasi'a kursiyyuhus samaawaati wal ardh. Wa laa ya-uuduhuu hifzhuhumaa wahuwal 'aliyyul 'azhiim.

Artinya: "Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia yang hidup kekal lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan, Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha besar."

5. Berpuasa

Pada bulan Safar, umat muslim dianjurkan untuk melaksanakan puasa sunnah, yakni:

a. Berpuasa sunnah Senin dan Kamis

b. Berpuasa ayyamul bidh atau yang sering disebut dengan puasa bulan purnama yang dilakukan pada 13, 14, dan 15 bulan Safar.

6. Sedekah

Sedekah dilakukan dengan niat supaya dijauhkan dari mara bahaya. Rasulullah SAW bersabda,

"Barang siapa memberitakan kepadaku tentang berakhir bulan Safar, maka disunnahkan pada tanggal 27Shafar untuk menyembelih hewan, lalu dishadaqahkan dengan ikhlas karena Allah."

7. Adab Rabu Terakhir di Bulan Safar

Tidak ada salahnya memohon ampunan dan ridha agar terhindar dari mara bahaya serta musibah. Amalan yang biasa dilakukan pada hari Rabu terakhir adalah sebagai berikut:

a. Membaca Syahadat 3 Kali

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَّسُوْلُ اللَّهِ

Arab Latin: Asyhadu allaa ilaaha illallaah wa asyhadu anna muhammadar rasulullah.

Artinya: "Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah."

b. Membaca Istighfar 300 kali

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمِ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ وَأتُوبُ إلَيْكَ.

Arab Latin: Astaghfirullaahal 'azhiim alladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyum wa atuubu ilaik.

Artinya: "Aku memohon ampun kepada Allah yang tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertaubat kepada-Nya.

c. Membaca Ayat Kursi 7 Kali

اللهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ لَّهُ مَا فِي السَّمَوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مَن ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِندَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ وَلَا يَعُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ

Arab Latin: Allaahu laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyum. Laa ta'khudzuhuu sinatuw wa laa nauum. Lahuu maa fissamaawaati wa maa fil ardh. Man dzal ladzii yasfa'u 'indahuu illaa bi idznih. Ya'lamu maa baina aidiihim wamaa khalfahum. Wa laa yuhithuuna bi syai-in min 'ilmihii illaa bimaa syaa', wasi'a kursiyyuhus samaawaati wal ardh. Wa laa ya-uuduhuu hifzhuhumaa wahuwal 'aliyyul 'azhiim.

Artinya: "Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia yang hidup kekal lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi. Tiada yang dapat memberi syafaat di sisi Allah tanpa izin-Nya. Allah mengetahui apa-apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui apa-apa dari ilmu Allah melainkan apa yang dikehendaki-Nya. Kursi Allah meliputi langit dan bumi. Dan, Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha besar."

d. Membaca Surat Al-Fil 7 Kali

اَلَمْ تَرَ كَيْفَ فَعَلَ رَبُّكَ بِاَصْحٰبِ الْفِيْلِۗ ۝١اَلَمْ يَجْعَلْ كَيْدَهُمْ فِيْ تَضْلِيْلٍۙ ۝٢وَّاَرْسَلَ عَلَيْهِمْ طَيْرًا اَبَابِيْلَۙ ۝٣تَرْمِيْهِمْ بِحِجَارَةٍ مِّنْ سِجِّيْلٍۙ ۝٤فَجَعَلَهُمْ كَعَصْفٍ مَّأْكُوْلٍࣖ ۝٥

Artinya: "Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap tentara bergajah? Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka (untuk menghancurkan Ka'bah) itu sia-sia? Dan, Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong bondong. Yang melempari mereka dengan batu (berasal) dari tanah yang terbakar. Lalu, Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan (ulat)." (QS. al-Fiil [105]:1-5).

Keempat amalan tersebut bisa dilakukan secara berjamaah atau sendiri pada siang hari di Rabu terakhir bulan Shafar. Pada hari itu pula, sebaiknya diusahakan tidak keluar rumah.

8. Shalat Sunnah

Sebagian ulama salaf mengatakan bahwa pada bulan Shafar atau pada hari Rabu terakhir bulan Safar disunnahkan melakukan shalat. Tata cara shalatnya adalah sebagai berikut:

a. Niat shalat sunnah Mutlak 4 rakaat (dua salam):

أُصَلَّى سُنَّةً رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى

Arab Latin: Ushallii sunnatar rak'ataini lillaahi ta'aalaa.

Artinya: "Aku niat shalat sunnah dua rakaat karena Allah."

b. Setiap rakaat setelah al-Fatihah, membaca:

1. Surat Al-Kautsar 17 kali:

اِنَّآ اَعْطَيْنٰكَ الْكَوْثَرَۗ ۝١فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ ۝٢اِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْاَبْتَرُࣖ ۝٣

Artinya: "Sesungguhnya, Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka, dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah (menyembelih hewan qurban dan mensyukuri nikmat yang telah Allah berikan). Sesungguhnya, orang-orang yang membenci kamu, dialah yang terputus (dari rahmat Allah)." (QS. al-Kautsar [108]:1-3).

2. Surat Al-Ikhlas 5 Kali

قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ ۝١اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ ۝٢لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ ۝٣وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌࣖ ۝٤

Artinya: "Katakanlah, 'Dia-lah Allah Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan, tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia." (QS. al-Ikhlash [112]: 1-4).

3. Surat al-Falaq 1 kali:

قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ الْفَلَقِۙ ۝١مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَۙ ۝٢وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ اِذَا وَقَبَۙ ۝٣وَمِنْ شَرِّ النَّفّٰثٰتِ فِى الْعُقَدِۙ ۝٤وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ اِذَا حَسَدَࣖ ۝٥

Artinya: "Katakanlah, 'Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh, dari kejahatan makhluk-Nya, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul (tukang sihir membikin buhul-buhul dari tali lalu membacakan jampi-jampi dengan menghembus-hembuskan napasnya ke buhul tersebut), dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki." (QS. al-Falaq (113]:1-5).

4. Surat An-Naas 1 Kali

قُلْ اَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِۙ ۝١مَلِكِ النَّاسِۙ ۝٢اِلٰهِ النَّاسِۙ ۝٣مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ ەۙ الْخَنَّاسِۖ ۝٤الَّذِيْ يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِۙ ۝٥مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِࣖ ۝٦

Artinya: "Katakanlah, 'Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia. Sesembahan manusia. Dari kejahatan (bisikan) setan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia." (QS. an-Naas [114]:1-6).

c. Doa Setelah Sholat

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ. اللَّهُمَّ يَا شَدِيدَ الْقُوَى وَيَا شَدِيْدَ الْمِحَالِ يَا عَزِيزُ ذَلَّتْ لِعِزَّتِكَ جَمِيعُ خَلْقِكَ إِكْفِنِي مِنْ جَمِيعِ خَلْقِكَ يَا مُحْسِنُ يَا مُجَمِّلُ يَا مُتَفَضِّلُ يَا مُنْعِمُ يَا مُكْرِمُ يَا مَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ. اللهم بستر الْحَسَنِ وَأَخِيهِ وَجَدَهِ وَأَبِيْهِ أَكْفِنِي هَذَ الْيَوْمَ وَمَا يَنْزِلُ فِيْهِ يَا كَافِي فَسَيَكْفِيْكَهُمُ اللَّهُ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ وَحَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلِ وَلَا حَوْلَ وَلَا قوة إِلَّا يا الله العلى الْعَظِيمِ، وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.

Arab Latin: Bismillaahir rahmaanir rahiim. Allaahumma yaa syadiidal quwaa wa yaa syadiidal mihaal yaa 'aziizu dzallat li'izzatika jamii'u khalqika ikfinii min jamii'i khalqikayaa muhsinuyaa mujammilu yaa mutafadh dhilu yaa mun'imu yaa mukrimu yaa man laa ilaaha illaa anta birahmatika yaa arhamar raahimiin. Allaahumma bisirril hasani wa akhiihi wa jaddihi wa abiihi ikfinii syarra haadzal yauma wa maa yanzilu fiihi yaa kaafii fasayakfiyukahumullaahu wa huwassamii'ul 'aliim. Wahasbunallaahu wani'malwakil, wa laahaula walaa quwwataillaa billaahil 'aliyyil 'azhiim. Wa shallallaahu 'alaa sayyidinaa muhammadin wa 'alaa aalihi wa shahbihi wasallam.

Artinya: "Dengan menyebut Nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Ya Allah, Tuhan Yang Maha Memiliki Kekuatan dan Keupayaan. Ya Allah, Tuhan Yang Maha Mulia, dan karena Kemuliaan-Mu itu, menjadi hinalah semua makhluk ciptaan-Mu, peliharalah aku dari kejahatan makhluk-Mu. Ya Allah, Tuhan Yang Maha Baik Perbuatan-Nya; Ya Allah, Tuhan Yang Memberi Keindahan, Keutamaan, Kenikmatan, dan Kemuliaan; Ya Allah, Tiada Tuhan kecuali hanya Engkau dengan Rahmat-Mu Yang Maha Penyayang. Semoga shalawat dan salam Allah senantiasa tercurah pada junjungan kami, Nabi Muhammad Saw., keluarga, dan para sahabatnya."

Sunnah yang dikerjakan tanpa ditentukan waktunya, tanpa ditentukan jumlah rakaatnya, dan tidak ada sebabnya. Oleh sebab itu, shalat sunnah Mutlak dapat dilakukan tanpa sebab tertentu yang menyertainya, dan bisa dikerjakan kapan saja. Namun, shalat sunnah ini tidak boleh dilakukan pada waktu

Shalat sunnah Mutlak pada hakikatnya adalah shalat sunnah yang dikerjakan tanpa ditentukan waktunya, tanpa ditentukan jumlah rakaatnya, dan tidak ada sebabnya. Oleh sebab itu, shalat sunnah Mutlak dapat dilakukan tanpa sebab tertentu yang menyertainya, dan bisa dikerjakan kapan saja. Namun, shalat sunnah ini tidak boleh dilakukan pada waktu-waktu yang diharamkan melaksanakan shalat.

Begitulah kiranya amaliyah-amaliyah yang dapat kita amalkan selama Bulan Safar 1445 Hijriah ini dan tahun-tahun lainnya juga, untuk inilah blog edukasi keuangan dibuat karena semakin kita cinta dan semangat untuk akhirat semakin baik pula rezeki dan tingkat usaha kita untuk bekerja di dunia. Sekian dari ulun admin petunjuk999 Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Posting Komentar untuk "Keistimewaan dan Amalan Bulan Safar Serta Rabu Terakhir di Bulan Safar"